Melodi
penantian di semenanjung Al-Faw itu menjadi daya tarik tersendiri
menjadi sarat akan imaji ketika memikirkan perilaku bebas dirimu
algoritmamu yang begitu acak membuat kepastian berubah menjadi sebuah tebakan
kau yang terdakwa membawa kabur separuh dari serpihan sukmaku
kini melanglang buana merampok kepingan jiwa yang lain
pergi bukan untuk kembali menjadi ramalanku atas dirimu
di hamparan cahaya sebelah barat laut itu, kau menempatkan dirimu
pada jajaran kepulauan kecil itu memandang cantikmu adalah membunuhku
(Stevano Oswyth, 2021)
Note : -
Jenis Puisi : satire romansa