Caffeine Wakes Me Up

mungkin beberapa ungkapan yang ingin ku sampaikan belum cukup untuk menggambarkan dirimu
hadir seperti galaksi sedang ingin memberitahu, jikalau ada sebuah eksistensi dari karya Tuhan yang mencoba menyapa
di mana saat itu adalah saat yang canggung di tengah modernisasi dan hiruk pikuk arus globalisasi, dia yang muncul sebagai rekomendasi
muncul dari hasil proses algoritma media, yang ku tau merupakan sebuah kesengajaan sistem waktu itu
dia yang ku bawa di alam dunia kreasiku yang penuh dengan kekonyolan, yang menjadi prioritas imaji bawah sadarku, hanya untuk sekedar menghadirkan sebuah kebersamaan
dia yang merupakan sosok dari keturunan Adam, begitu indah parasnya, begitu lembut wajahnya keibuan, begitu halus kulitnya bagai karamel, begitu menawan rambutnya yang terurai, semua detail itu ku rasakan dalam palungannya
palungan itu kudapat saat dia mengusik tidurku, dialah kafeinku yang menelisik dalam lamun, membangunkan kesadaran, yang entah dia sendiri tak acuh dengan keberadaanku
kuajukan untuk semesta yang barangkali mau membantu mempertemukanku dengannya, hanya sekedar menyapa, dan biarkan Sang Hyang yang bekerja, supaya mungkin tercipta suasana romansa yang kemudian bertumbuh menjadi sebuah rasa
(Stevano Oswyth, 2020)
Note :
Didedikasikan untuk seorang gadis
Jenis Puisi :
Abstrak romansa