Hyang

cinta adalah hanya kepada Dikau, dan cinta adalah Dikau
sosok energi sempurna yang mencipta setiap rincian ruang dan waktu
sejatinya, aku adalah peranan dari segala zaman yang berlangsung,
aku adalah keberadaan yang sedang Kau pelihara,
aku adalah substansi dari segala manifestasi yang Kau bentuk,
aku adalah kesengajaan dari bagian debu-debu kosmik yang Kau imbuh.
segala kehendak kau suguhkan kepadaku, menjadikanku sebagai pemilih mandiri,
jalur mana yang harus ku lintasi?
sadar akan itu, yang pada umumnya makhluk seusiaku belum mampu mengingat suatu hal
nadi pertama yg muncul di tanganku pertanda bahwa kerasnya hidup dimulai
Kau menyusun kebijakan dari segala pengertian,
mengalir di setiap satu tarikan nafas
mendewasakan dari luka, bukan hanya tentang suka
segala makhluk dan karakter, kau pelihara satu demi satu, generasi ke generasi
setiap jenis ku pahami satu per satu, bahkan semua isian jagad ini
segala kebingungan yang ada membuat setiap akalku berkembang dari tempat ini
ya, tempat di mana moyangku memulai peradaban
bagiku ini adalah tempat di mana aku bertemu dan belajar dengan segala dimensi yang Kau buat
setiap kecapan mempunyai rasa,
setiap aroma mempunyai nuansa,
setiap dentuman mempunyai suasana,
setiap sentuhan mempunyai makna,
setiap tatapan mempunyai cerita
Kau adalah segala keindahan,
Kau adalah segala kecanggihan,
Kau adalah sepatutnya cinta tertuju,
alasan tak hingga yang menjadi acuan kuatnya
Kau yang menemaniku semenjak aku pulas di janin ibuku,
memeliharaku di masa remaja,
memuaskan masa mudaku,
merawatku di masa tuaku,
dan melawatku saat aku kembali tertidur
(Stevano Oswyth, 2020)
Note:
Didedikasikan untuk Sang Pencipta
Jenis Puisi:
Abstrak romansa